True Story from Unmistaken Child

Di dunia ini ternyata ada hal yang sulit untuk di logiskan, dan memang itu tidak perlu karena wilayah yang tidak pernah mungkin akan terjangkau oleh manusia. Tapi kembali, pertanda alam, atau dalam diri manusia tersebut sebagai wujud pembuktian yang ada di literatur yang telah di berikan-Nya untuk umat-Nya

THE TENZIN PUNTZOK’S DESTINY

Semua makhluk hidup yang ada di alam semesta ini akan terus menerus mengalami tumimbal lahir selama makhluk tersebut belum mencapai tingkat kesucian . Alam kelahiran ditentukan oleh karma makhluk tersebut; bila ia baik akan terlahir di alam bahagia, bila ia jahat ia akan terlahir di alam yang menderitakan. Kelahiran kembali juga dipengaruhi oleh Garuka Kamma yang artinya karma pada detik kematiannya, bila pada saat ia meninggal dia berpikiran baik maka ia akan lahir di alam yang berbahagia, namun sebaliknya ia akan terlahir di alam yang menderitakan, sehingga segala sesuatu tergantung dari karma masing-masing. (http://id.wikipedia.org/wiki/Reinkarnasi)

Apakah sebenarnya yang menjadi tujuan dari Tenzin Zopa? Menurut saya, ini adalah kesadaran untuk terus ingin mengerti pembelajaran demi mencapai yang mereka sebut kesempurnaan/kamadatu dari guru yang telah dipilih-Nya.

Hubungan antara seorang Guru dan seorang murid adalah amat penting. Seorang murid tidak akan pernah memperoleh pencapaian tanpa bantuan seorang Guru yang berkualitas, karena Guru yang berkwalitas merupakan perwujudan dari Buddha, Dharma dan Sangha. Di dalam Vajrayana, seorang guru bisa saja merupakan seorang Yogi (pertapa), seorang His Holliness, seorang Rinpoche, ataupun seorang Lama. Seorang Guru berkualitas adalah guru yang telah diakui oleh pimpinan keempat aliran: Nyingmapa, Sakyapa, Kagyudpa, Gelugpa. Didalam Vajrayana seorang praktisi tidak dilarang untuk menikah, serta juga tidak diharuskan untuk hidup bervegetarian (Catatan: Pada saat bercocok tanam, banyak juga mahluk yang terbunuh. Hidup sebagai seorang vegetarian tidaklah menjadikan kita suci, tergantung motivasi kita. Prilaku kita dalam berlatih sehari-harilah yang amat menentukan, termasuk di dalamnya : perbuatan / Tubuh, Ucapan serta Pikiran kita). Banyak dari Guru Vajrayana yang tidak menikah, namun tidak sedikit juga yang menikah. Pasangan dari seorang Guru Vajrayana bukanlah seorang wanita biasa, mereka biasanya merupakan seorang dakini (mahluk suci yang telah memperoleh pencapaian) yang ditugaskan untuk membantu sang Guru dalam memperoleh pencapaian demi kebahagiaan semua mahluk. (http://id.wikipedia.org/wiki/Vajrayana)

Pertanda ini nyata, tapi kembali pada diri dan kepercayaan kita masing-masing.

“Sebenarnya Tuhan memberi petunjuk tidak terlebih dahulu secara tertulis, PetunjukNya adalah Alam ,  Diri tiap manusia, dan kemudian untuk dicocokan dengan Literatur yang telah diturunkanNya. Semua kembali pada keyakinan masing-masing, karena setiap kepercayaan punya ‘Home’ masing-masing”

Sekian ocehan ini, determinasi yang menurun membuat pemikiran ini buntu. Selamat malam..

Jika ingin film dokumenter ini secara lengkap sila hubungi saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s