Perjalanan Ke Atap Jawa, Puncak Para Dewa

Adalah pengalaman yang sangat berkesan, entah masing-masing termotivasi dari mana, tapi saya yakin semua punya kesenangan bersama, semua punya tujuan bersama, menemukan keindahan dan kedamaian di Semeru, menapaki puncak tertinggi di Pulau Jawa, Mahameru.

Perjalanan pun dimulai………

Ada yang berangkat dari Jakarta, Jogja, Solo, dan Surabaya, semua bertemu di Malang, di stasiun Kota Baru Malang sebagai titik awal pemberangkatan, 20 orang ke Semeru.

Dari stasiun Kota Baru Malang kami berangkat menuju Pasar Tumpang, tempat janjian dengan Abah pemilik Jeep dan juga berbelanja untuk melengkapi kebutuhan logistik. Dari Pasar Tumpang perjalanan dilanjutkan dengan Jeep menuju Basecamp pendakian di desa Ranu Pani, kira-kira 2 jam perjalanan, denagn 18 orang berdiri berdesak-desakan di belakang, tapi menyenangkan dan riuh sekali.

Ditengah perjalanan terdapat persimpangan jalan menuju Semeru dan Bromo, saya lupa nama tempatnya, bukit dengan hamparan padang rumput hijau dan jalan kecil yang terlihat dari atas. Selama menuju Ranu Pani cukup banyak orang yang menggunakan kendaraan pribadi untuk naik, entah para pendaki atau sekedar apa, sayapun kurang tahu.

Dari Ranu Pani, tujuan pertama pendakian kami adalah Ranu Kumbolo. Perjalanan empat jam dengan medan yang masih landai di tengah hutan tapi tetap perlu aklimitasi bagi saya yang sudah lama tidak berolahraga. Hingga akhirnya terlihatlah danau di tengah gunung dengan pemandangan bukit hijau disekelilingnya, tempat yang hijau, nyaman , dan dingin Ranu Kumbolo.

Semalaman menginap di pinggir danau ini, yah..indah sekali..

Dibelakang Ranu Kumbolo (terlihat pada gambar belakang plang selamat datang) terdapat tanjakan, yang orang bilang tanjakan Cinta, karena bagian atasnya berbentuk seperti belahan hati. Tanjakan Cinta punya mitos bahwa siapa yang menaiki tanjakan ini dengan memikirkan orang yang dikasihinya dan tanpa menoleh kebelakang, akan berjodoh dengan orang tersebut. Tapi saya percaya tetap itu hanya mitos.

Selepas Tanjakan Cinta akan terlihat padang yang luas dengan rimbunan alang-alang dan warna ungu bunga lavender. Inilah Oro-oro Ombo.

Pos selanjutnya adalah hutan cemara, yang katanya sudah tidak selebat dahulu karena letusan gunung atau kebakaran. Cemoro Kandang, bukit-bukit dengan hutan cemara sebelum menuju padang savana di bawah puncak Mahameru.

Tempat menginap kami yang kedua, Kalimati. Padang savana denagn pemandangan puncak Mahameru. Terdapat sumber air di dekat Kalimati, lumayan dekat lebih tepatnya, kira-kira satu jam perjalanan pulang pergi, namaya Sumber Manik. Tidak sampai semalam kami menginap di Kalimati, hanya sekedar beristirahat untuk pendakian malam menuju puncak.

Perjalanan puncak dimulai tengah malam. Dimulai menyusuri jalan yang terus menanjak di hutan Arcapada (saya tidak menemukan arca yang sungguhan maupun melihat arca gaibnya), hingga berakhir di medan pasir sebelum Mahameru.

Jika ini adalah perjalanan spiritual, maka puncaknya adalah kerja keras disini. Hanya terlihat pasir, titik-titik cahaya lampu pendaki lain dan pemandangan kerlap-kerlip lampu kota Malang, mungkin Malang. kami mulai merangkak perlahan-lahan. Dsini udara dingin membantu saya untuk tidak beristirahat terlalu lama. Sunrise yang hanya terlihat sedikit dibawah Mahameru, cukup membuat saya puas Matahari yang perlahan mengintip diiringi terlihatnya jajaran gunung lain,  menjadi nafas untuk kembali meraih puncak tertinggi.

Akhirnya puncak tertinggi pualu Jawa berhasil saya jajaki, walaupun dengan kepayahan, kehausan dan meminta-minta air dari pendaki lain, kurang dari jam setengah tujuh pagi saya sudah berdiri di dataran tertinggi Pulau Jawa.

Melihat pemandangan dari atas awan, jajaran gunung Arjuno Welirang dan lainnya yang saya tidak hafal namanya hingga sekedar duduk menunggu letupan awan panas dari Kawah Jonggring Seloka. Akhirnya saya berdiri di Atap Jawa, Di Puncak Para Dewa……

Perjalanan ini menambah banyak cerita, teman-teman semua yang telah saling membantu, saling menemani, canda tawa kalian, hingga angan-angan saya yang saya katakan akan ada wangsit dewa pun membuat saya tahu bahwa ada seorang teman saya yang punya silsilah dari kerajaan Majapahit dengan segala lakonnya saat ini, dan kisah hidupnya tujuh bulan  bersama pemilik warteg di kaki Gunung Kelud dan menumpang hidup kepada temannya di Mesir yang sangat menarik sekali bagi saya. Atau pada saat pulang bertengkar dengan pemilik Jeep, hingga dia menyumpahi kami dan berujung pada hilangnya dompet seisinya milik kawan kami.

Terimakasih semuanya, terimakasih kebersamaan kalian selama lima hari..

Kesempatan lain  kita buat cerita di Puncak berikutnya……..

Yang mencintai udara jernih

Yang mencintai terbang burung-burung

Yang mencintai keleluasaan dan kebebasan

Yang mencintai bumi

Mereka mendaki ke puncak gunung-gunung

Mereka tengadah dan berkata

Kesanalah Soe Hok Gie dan Idham Lubis pergi

Kembali ke pangkuan binang-bintang

Sementara bunga-bunga negeri ini tersebar sekali lagi

Sementara saputangan menahan tangis

Sementara Desember menabur gerimis

24 Desember 1969

Saneto Yuliman

“Di Gunung kau akan menjalani banyak proses, menempa mentalmu, dan menikmati kebersamaannya”

CERITA TENTANG GUNUNG DAN LAUT

2 thoughts on “Perjalanan Ke Atap Jawa, Puncak Para Dewa

  1. salam kenal mas, benar-benar catatan perjalanan yang bagus🙂
    btw saya mau tanya, perjalanan ini dilakukan di tanggal berapa? apakah benar bisa sampai puncak? soalnya setahu saya sejak pendakian dibuka kembali awal mei kan cuma boleh sampai kalimati ya.. mohon infonya mas, saya rencana berangkat awal juli ini. kalau boleh balasannya via email di maharsiwahyu@yahoo.com.. terima kasih banyak..🙂

    • Ini long weekend tanggal 17-20 mei kemarin, seminggu habis semeru dibuka klo g salah 9 mei. Memang dari pihak taman nasional pendakian hanya boleh sampai kalimati, ada papan peringatan juga pas masuk di pos kalimati. SAR dan penjaga taman nasional g mau tanggung jawab jika terjadi sesuatu di atas kalimati, tapi nanggung udah sampai kalimati g muncak. Lagipula waktu itu lg rame banget, banyak yang muncak, asal jangan lebih dari jam 10 pagi aja di puncak. Semoga infonya bisa membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s