Kata Adalah Diksi Dari Nyawa

Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Hendak marah,
dahulukan hajat.
Hendak dimulai,
jangan melalui.
Hendak ramai,
murahkan perangai

Gurindam Dua Belas, Pasal Sebelas (Raja Ali Haji)

Mungkin ini salah satu wujud geriap energi dari kondisi yang disebut Gede Prama sebagai sepi yang mengilhami. Gurindam dua belas sastra melayu yang sangat luar biasanya, salah satu cermin untuk kembali mengingat sangkan paraning dumadi. Pasal sebelas memberi nasihat kepada pemimpin untuk menjaga amanah dan tidak berkhianat.

Kata Umbu, “kesalahan terbesar delegasi senayan adalah tidak paham Gurindam Dua Belas, sehingga mereka tidak tahu dasar-dasar kecintaan, kejujuran dan segala hal yang berhubungan dengan pengabdian”.
Lahirlah mereka dari jenis yang tidak tahu debar, tidak tahu sejarah disusun dari darah

(Pembelajaran yang saya ambil dari tulisan Putu Fajar Arcana tentang Umbu Landu Paranggi) 

Jalan yang sudah dituliskan langit membuat Umbu mencapai puncak  kesetiaan terhadap kehidupan puisi.

“Puncak Kehidupan Adalah Kesetiaan Terhadap Yang Dijalaninya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s