Alamat dan Firasat

Saat kau temui banyak jalan terbentang dihadapanmu, tanpa tahu jalan mana yang harus kau ambil, tunggulah sesaat, dengarkan firasat dan alamat. Lihat jalan mana yang bisa membuat langkahmu terasa ringan dan seimbang.

Jangan asal, duduklah dan coba diam barang sebentar. Tarik nafas, seperti saat pertama kali kau bisa menghirupnya. Dengarkan firasat dan alamat yang sedang berunding, jangan dibantah, cukup diam dan dengarkan.

Jangan biarkan apapun mengalihkan perhatianmu, tetaplah hening, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi. Sekalinya pendengaranmu luput, ringkih akan menjeratmu. Seperti menjerat manusia lain. Manusia ringkih, mudah diombang-ambing bimbang, diremas-remas cemas, dilecut takut, dan dijajah gelisah.

Saat hatimu sudah bicara, firasat dan alamat sudah berlogika,segeralah beranjak. Ambil jalanmu, meski masa lalu dipenuhi sesal, masa depan tentu tidak akan dipenuhi cemas, apalagi masa lalumu yang penuh harapan untuk masa depan.

Beranjaklah dengan mantap, segera telusuri jalanmu, firasat dan alamat yang akan meringankan langkahnya. Meski masa depan tetap terbungkus misteri, nasib tidak akan tertukar. Semua yang menjadi jalanmu akan tetap menjadi milikmu, rejeki, jodoh, dan umur tak bisa mencari pemilik lain. Mereka tak akan bisa berkhianat.

Dikantheni rasa tulus, sak tibo-tibone rak ya nemu begja

                              Jakarta, 28 Juli 2 013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s